Sosialisasi Serta Pembuatan Buku Panduan Mengenai Instalasi Listrik Rumah Tangga Guna Mencegah Kasus Kebakaran Akibat Gangguan Korsleting Listrik Di Desa Sraturejo Bojonegoro
Isi Artikel Utama
Abstrak
Instalasi listrik yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di daerah pedesaan dengan pemahaman masyarakat yang masih terbatas. Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, merupakan salah satu wilayah yang menghadapi permasalahan tersebut, di mana telah terjadi beberapa insiden kebakaran akibat korsleting listrik. Untuk mengurangi risiko tersebut, Laboratorium Tegangan Tinggi Departemen Teknik Elektro ITS melakukan program pengabdian masyarakat melalui sosialisasi bahaya korsleting listrik dan edukasi instalasi listrik rumah tangga yang aman. Kegiatan ini mencakup studi kondisi masyarakat, penyusunan modul edukasi, pelaksanaan sosialisasi, serta evaluasi dampak kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga terkait komponen instalasi listrik, prosedur pemasangan sesuai standar PUIL, serta mitigasi bahaya akibat korsleting. Selain itu, warga mulai mampu mengidentifikasi potensi bahaya pada instalasi rumah masing-masing. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim pengabdian mendorong pembentukan satgas desa serta pemanfaatan buku panduan sebagai referensi berkelanjutan. Program ini diharapkan berkontribusi pada penurunan risiko kebakaran dan peningkatan budaya keselamatan listrik di Desa Sraturejo.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro. Rekap Kebakaran; 2025. https://data.bojonegorokab.go.id/dinas-pemadam-kebakaran.html@detail=rekap-kebakaran, accessed: Feb. 20, 2025. Data Bojonegoro.
2. Sudarsono M. Penyebab Tiga Rumah di Dusun Mbakalan Lor, Desa Sraturejo, Baurno, Bojonegoro Terbakar; 2019. https://surabaya.tribunnews.com/2019/10/20/penyebab-tiga-rumah-di-dusun-mbakalan-lor-desa-sraturejo-baurno-bojonegoro-terbakar, accessed: Feb. 20, 2025. surabaya.tribunnews.com.
3. Msiza IS, Haffejee M. MCBs versus Fuses in Low-Voltage Applications: Critical Analysis Using the 3-AND Convergence Classifier. arXiv preprint arXiv:07093594 2007;.
4. Government of Nepal. Basic electrical installation and workshop technology, grade 9. GIWMSCDNONE.gov.np; 2025.
5. International Electrotechnical Commission, et al. IEC 60364: Low-voltage electrical installations. Geneva, Switzerland: IEC; 2001.
6. Iqbal M, Wahid A, Bakri S. Proteksi tegangan sentuh listrik pada manusia menggunakan RCBO dan grounding. Vertex Elektro 2025;4(1):38–45.
7. Panitia Teknis Instalasi dan Keandalan Ketenagalistrikan. Standar Nasional Indonesia PUIL 2011. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Indonesia (BSNI); 2011.
8. Qodari N, Christyono Y, Sukiswo S. PERANCANGAN PROTOTIPE REALTIME AKUISISI DATA DAN KONTROL STOP KONTAK MENGGUNAKAN ESP 32 BERBASIS WEB. Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro 2020;9(3):406–411.
9. Ariyani N, Purwaningsih S, Wati R. Penyuluhan keamanan instalasi listrik rumah tangga untuk mencegah kebakaran. Gervasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2021;3(1):43–52.
10. Nawawi A. Perencanaan Instalasi Penerangan Pada Bangunan Tempat Tinggal Yang Aman Dan Efisien. Swara Patra: Majalah Ilmiah PPSDM Migas 2017;7(1). Negara, DKK. 573
11. Triyanto G, Purwadi A, Harjanto A. Analisis pemilihan kabel instalasi listrik rumah tangga berdasarkan standar SNI dan PUIL. Oktal: Jurnal Ilmiah Multi Disiplin 2022;7(1):14–20.