Peningkatan Literasi Kesehatan Reproduksi Masyarakat Melalui Seminar Awam Kanker Serviks dan Prostat di Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kanker serviks dan kanker prostat merupakan penyebab morbiditas utama di Indonesia yang seringkali terlambat dideteksi akibat rendahnya literasi kesehatan serta hambatan psikologis berupa rasa takut dan tabu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran deteksi dini civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui pendekatan promotif yang komprehensif. Metode pelaksanaan meliputi penyelenggaraan seminar awam kesehatan reproduksi yang menghadirkan pakar Onkologi Ginekologi dan Urologi, serta diintegrasikan dengan layanan pendaftaran skrining on-site gratis. Evaluasi efektivitas program dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test terhadap 91 responden. Hasil analisis menunjukkan dampak positif yang signifikan, dengan peningkatan skor pengetahuan kumulatif sebesar 21% dan skor sikap sebesar 26%. Strategi integrasi layanan terbukti sukses menjembatani kesenjangan perilaku, di mana 100% peserta menyatakan niat melakukan skrining dan 73,3% di antaranya langsung mendaftar pemeriksaan HPV DNA dan PSA di lokasi kegiatan. Selain itu, media komunikasi berbasis komunitas (WhatsApp) teridentifikasi sebagai saluran promosi paling efektif menjangkau kelompok usia risiko tinggi. Disimpulkan bahwa model edukasi berbasis pakar yang disertai akses layanan langsung merupakan strategi intervensi yang efektif untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan kanker.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Sung H, Ferlay J, Siegel RL, Laversanne M, Soerjomataram I, Jemal A, et al. Global cancer statistics 2020: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA: A Cancer Journal for Clinicians 2021;71(3):209–249.
2. Komisi Penanggulangan Kanker Nasional. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Kanker Serviks. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017.
3. Wulandari A, Nurmala I. Hambatan Deteksi Dini Kanker Serviks Pada Wanita Usia Subur. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education 2019;7(2):223–234.
4. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
5. Glanz K, Rimer BK, Viswanath K. Health Behavior: Theory, Research, and Practice. 5 ed. San Francisco: Jossey-Bass; 2015.
6. Green LW, Kreuter MW. Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach. 4 ed. New York: McGraw-Hill; 2005.
7. Dewi A, Pratiwi R. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur dengan Perilaku Pemeriksaan IVA Test. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia 2021;16(2):45–52.
8. Nursalam N, Efendi F. Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika; 2008.
9. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.
10. World Health Organization. Human papillomavirus (HPV) and cervical cancer; 2020. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/human-papillomavirus-(hpv)-and-cervical-cancer, diakses: 2023.
11. World Health Organization. WHO guideline for screening and treatment of cervical pre-cancer and cancer for women with positive HPV DNA test. Geneva: World Health Organization; 2021.
12. Rawla P. Epidemiology of Prostate Cancer. World Journal of Oncology 2019;10(2):63–89.
13. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Panduan Penatalaksanaan Klinis Kanker Prostat. Jakarta: Ikatan Ahli Urologi Indonesia; 2020.
14. Sari M, Utami S. Efektivitas Mobile Screening dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Komunitas. Jurnal Keperawatan Komunitas 2023;8(1):12–19.
15. Sheeran P, Webb TL. The Intention-Behavior Gap. Social and Personality Psychology Compass 2016;10(9):503–518.
16. Black E, Hyslop F, Richmond R. Barriers and facilitators to uptake of cervical cancer screening among women in rural communities: A systematic review. BMC Women’s Health 2019;19(1):1–12.
17. Plummer M, Peto J, Franceschi S. Time since first sexual intercourse and the risk of cervical cancer. International Journal of Cancer 2012;130(11):2638–2644.
18. Kangmennaang J, Onyango EO, Luginaah I, Elliott SJ. The catalytic effect of spousal support on uptake of cervical cancer screening. Social Science & Medicine 2018;206:49–57.
19. Kiviniemi MT, Orom H, Hay JL, Waters EA. Limits to the one-size-fits-all approach to communicating about screening: The role of social and psychological factors. Annals of Behavioral Medicine 2011;41(1):29–38.