Implementasi Alat Ekstraktor Mekanik untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Serat Daun Nanas pada Kelompok Tani Mukti, Desa Bedali, Kabupaten Kediri
Isi Artikel Utama
Abstrak
Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, merupakan sentra produksi nanas yang menghasilkan limbah daun dalam jumlah besar setiap musim panen. Namun, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena proses ekstraksi serat masih dilakukan secara manual, sehingga memerlukan waktu lama dan menghasilkan kualitas serat yang tidak seragam. Padahal, daun nanas memiliki potensi sebagai serat alam bernilai ekonomi tinggi untuk berbagai produk ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi serat daun nanas melalui penerapan teknologi tepat guna berupa ekstraktor mekanik. Metode pelaksanaan meliputi observasi potensi dan kebutuhan mitra, sosialisasi, pelatihan pengoperasian alat, serta uji coba produksi oleh anggota kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan ekstraktor mekanik mampu meningkatkan laju produksi dari sekitar 5–6 kg daun/jam menjadi 20–25 kg/jam serta mempercepat waktu proses dari ±6–8 jam menjadi ±1–2 jam, yang setara dengan peningkatan efisiensi hingga ±75–80% atau sekitar empat kali lebih cepat dibandingkan metode manual. Selain itu, rendemen serat kasar meningkat dari sekitar 2,5–3,0% menjadi 3,5–4,5%, dengan kualitas serat yang lebih bersih dan seragam. Penerapan teknologi ini berhasil meningkatkan kapasitas SDM hingga 80- 90%, yang berdampak positif pada peningkatan nilai limbah pertanian, penguatan ekonomi lokal, dan pencapaian SDGs terkait pengentasan kemiskinan serta industri berkelanjutan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Yusof Y, Yahya SA, Adam A. Novel Technology for Sustainable Pineapple Leaf Fibres Productions. Procedia CIRP. 2015;26:756-760.
2. Lutfi A, Luthfi W, Utami RP, Hayati A, Firdausa DA, Fadhlillah AN. Analisis Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Serat Olahan Daun Nanas. JSA. 2023;4(10):1833-1848.
3. Abdul Karim MS, Zainol N, Abu Hasan As'ari NIA, Abu Talip Yusof NB. Effect of Processing Parameters on Cellulose Content Extracted from Pineapple Leaf. Biocatalysis and Agricultural Biotechnology. 2022;42.
4. Satyanarayana KG, Arizaga GGC, Wypych F. Biodegradable Composites Based on Lignocellulosic Fibers-An Overview. Industrial Crops and Products. 2016;92:62-75.
5. Radar Kediri Jawa Pos. Nanas Jadi Komoditas Andalan Kabupaten Kediri, Ini Jumlah Panen Setahun. 2024. Available from: https://radarkediri.jawapos.com/events/781298835/nanas-jadi-komoditas-andalan-kabupaten-kediri-ini-jumlah-panen-setahunnya.
6. Mukherjee PS, Satyanarayana KG. Extraction and Characterization of Pineapple Leaf Fibers (PALF) for Sustainable Materials. Journal of Materials Science. 2015;50(3):744-756.
7. Soeprijanto S, Puspita NF, Ningrum EO, Hamzah A, Karisma AD, Saidah A, et al. Produksi Serat Kasar dari Limbah Daun Nanas Melalui Ekstraksi Mekanik di Desa Satak Kabupaten Kediri. Sewagati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2021;5(3):307-314. Available from: https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/80.
8. Rahmah AU, Santoso HB, Widiyati E. Optimization of Pineapple Leaf Fiber Extraction Process Using Mechanical Decortication. Procedia Environmental Science. 2020;28:175-180.
9. Soeprijanto S, Ningrum EO, Puspita NF, Hamzah A, Rahmawati D. Penerapan Mesin Opening dalam Pembuatan Benang dari Serat Daun Nanas di Desa Satak Kabupaten Kediri. Sewagati. 2023;7(4):593-601.
10. Soeprijanto S, Ningrum EO, Puspita NF, Prajitno DH, Septiana DN, Adani MA, et al. Implementasi Mesin Stripping untuk Menghasilkan Benang dan Komposit Serat Daun Nanas di Desa Bedali Kabupaten Kediri. Sewagati. 2025;9(4):885-896.
11. Basak R, Mitra D, Sinha S. Utilization of Pineapple Leaf Fiber in Textile Industry. Journal of Natural Fibers. 2019;16(8):1123-1135.
12. Soeprijanto S, Puspita NF, Ningrum EO, Hamzah A, Karisma AD, Altway S, et al. Pengolahan Serat Nanas Menjadi Material Komposit di Desa Satak Kabupaten Kediri. Jurnal Sewagati. 2022;6(4):1-8. Available from: https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/289.
13. Food and Agriculture Organization (FAO). Agricultural Waste Management and Environmental Impact. 2018.
14. Rogers EM. Diffusion of Innovations. 5th ed. New York: Free Press; 2003.
15. Chambers R. Rural Development: Putting the Last First. London: Longman; 1983.
16. Geissdoerfer M, Savaget P, Bocken NMP, Hultink EJ. The Circular Economy - A New Sustainability Paradigm. Journal of Cleaner Production. 2017;143:757-768.
17. Ellen MacArthur Foundation. Towards the Circular Economy. 2013.
18. Pretty JN. Participatory Learning for Sustainable Agriculture. World Development. 1995;23(8):1247-1263.
19. Sapuan SM, Leenie A, Harimi M, Beng YK. Mechanical Properties of Woven Banana Fibre Reinforced Epoxy Composites. Materials & Design. 2011;32:199-204.
20. Jawaid M, Khalil HPSA. Cellulosic/Synthetic Fibre Reinforced Polymer Hybrid Composites: A Review. Carbohydrate Polymers. 2011;86(1):1-18.