Pemanfaatan Teknologi Integrasi Pemasakan Gula Merah Tebu Berbasis Pemanasan Indirek

Isi Artikel Utama

Fadlilatul Taufany
Ali Altway
Susianto Susianto
Yeni Rahmawati
Siti Nurkhamidah
Fahmi Fahmi
Wahyu Tri Amaliah Provito
Nurul Kamaliya
Daffa Resendriya Kresna Wahyudi
Rifqi Faladhan

Abstrak

Pengrajin gula merah rakyat di Kecamatan Mojo, Kediri, masih mengandalkan pembakaran langsung yang memicu paparan asap/partikulat, distribusi panas tidak merata, dan mutu produk yang fluktuatif. Program pengabdian ini dipilih karena adanya urgensi terhadap peningkatan higienitas dan konsistensi mutu, sekaligus pemanfaatan bagasse (residu penggilingan tebu) yang lazim dipakai sebagai bahan bakar pada industri gula/jaggery agar lebih efisien dan ramah lingkungan. Metodenya mencakup perancangan instalasi paket pemanasan indirek berbasis uap (steam) pada mitra UD Dewi Gendis: boiler berbahan bakar bagasse untuk menghasilkan uap, integrasi tungku pemasakan nira bertenaga steam (pemanasan tak langsung), pelatihan operasi–perawatan, serta uji coba terkontrol dengan pemantauan suhu dan °Brix. Hasil awal menunjukkan proses lebih higienis (tanpa kontak asap), penyebaran panas lebih merata, dan kecenderungan warna lebih cerah serta tekstur lebih seragam pada gula merah. Temuan ini menegaskan potensi peningkatan produktivitas UMKM sekaligus praktik produksi yang lebih bertanggung jawab, sejalan dengan SDG 8 (pekerjaan layak & pertumbuhan ekonomi) dan SDG 12 (konsumsi–produksi berkelanjutan). Implementasi pemanasan indirek berbasis steam relevan sebagai pendekatan teknis - sosial untuk menaikkan mutu, efisiensi energi, dan keberlanjutan produksi gula merah rakyat.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Taufany, F., Altway, A., Susianto, S., Rahmawati, Y., Nurkhamidah, S., Fahmi, F., … Faladhan, R. (2026). Pemanfaatan Teknologi Integrasi Pemasakan Gula Merah Tebu Berbasis Pemanasan Indirek. Sewagati, 10(1), 171–181. https://doi.org/10.12962/j26139960.v10i1.9396
Bagian
Articles

Referensi

1. Sari PA, Analisis efisiensi industri gula merah tebu (studi pada Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri). Malang; 2018. Tesis/Skripsi, Universitas Negeri Malang.

2. Mizar MA, Hadi MS, Juwita R. Mekanisasi produksi produk unggulan gula merah sebagai substitusi bahan baku industri makanan di Kediri Jawa Timur. J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Masyarakat 2025;10(1):56–64.

3. Izuddin MI, Kisah Produksi Gula Merah di Desa Sukolilo: Dari Teknik Tradisional Hingga Serba Modern; 2025. https://www.desasukolilo.id/berita-dan-pengumuman/3, accessed: Dec. 19, 2025. desasukolilo.id.

4. PortalArjuna, Gula Jawa Kediri yang Tak Pernah Mati; 2021. https://portalarjuna.net/2021/03/gula-jawa-kediri-yang-tak-pernah-mati/, accessed: Dec. 19, 2025. PortalArjuna.net.

5. Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, Pembuatan Gula Merah dengan Menggunakan Mesin Produksi Tipe Open Pan Evaporator; 2022. https://disbun.kukarkab.go.id, accessed: 2026. disbun.kukarkab.go.id.

6. Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat. Daftar Isi Program Pengabdian Masyarakat. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember; 2025.

7. Asikin Y, Nakaza Y, Maeda G, Kaneda H, Takara K, Wada K. Evaporation Temperature Alters Physicochemical Characteristics and Volatile Maillard Reaction Products of Non-Centrifugal Cane Sugar (NCS). Applied Sciences 2023;13(11):6402.

8. Musita N, Saptaningtyas WWE. Pengaruh penambahan pengawet alami pada nira terhadap mutu gula aren. In: Prosiding Seminar Nasional Ke-1 FT-UNS Fakultas Teknik, Universitas Negeri Sebelas Maret; 2017. p. 220–226.

9. Liu J, Wan P, Xie C, Chen DW. Key aroma-active compounds in brown sugar and their influence on sweetness. Food Chemistry 2021;345:128826.

10. Broadfoot R, Mann AP. Management of a high grade pan stage schedule to reduce the steam consumption. Proceedings of the Australian Society of Sugar Cane Technologists 2014;36:361–372.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama