Tamiang Berseri: Implementasi Teknologi Penyediaan Air Bersih Berbasis Filtrasi Bertingkat dan Reverse Osmosis untuk Pemulihan Akses Air Pascabanjir di Aceh Tamiang

Isi Artikel Utama

Nasori Nasori
Andika
Rico
Rayyan
Davi
Jadid

Abstrak

Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan penurunan kualitas sumber air bersih masyarakat akibat sedimentasi dan kontaminasi biologis. Kondisi ini berdampak pada terganggunya pemenuhan kebutuhan air domestik serta meningkatnya risiko penyakit berbasis air. Program pengabdian kepada masyarakat "Tamiang Berseri" bertujuan untuk memulihkan akses air bersih melalui implementasi teknologi penyediaan air berbasis filtrasi bertingkat dan Reverse Osmosis (RO). Metode pelaksanaan meliputi identifikasi sumber air terdampak, rehabilitasi sumur, instalasi sistem filtrasi, pemasangan unit RO, serta pelatihan operasional kepada masyarakat. Sistem yang diterapkan terdiri atas komponen utama berupa tangki air baku, pompa, unit filtrasi, membran RO, serta unit sterilisasi. Tahapan pengolahan meliputi pre-treatment (filtrasi), proses RO, dan post-treatment (sterilisasi dan penyimpanan). Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu menurunkan nilai Total Dissolved Solids (TDS) dari 850–1.450 mg/L menjadi 45–120 mg/L serta menghilangkan kontaminasi bakteri coliform. Sistem memiliki kapasitas produksi sebesar 50–200 liter/jam dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat di beberapa desa mitra. Kendala teknis yang dihadapi selama instalasi meliputi tekanan pompa yang tinggi sehingga memerlukan penyesuaian pada sambungan pipa dan penggunaan material perekat yang lebih kuat. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan akses air bersih serta mendorong kemandirian masyarakat dalam pengelolaan sistem pengolahan air secara berkelanjutan.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Nasori, N., Andika Saputro, M., Fitranda, R., Arrayyan, M., Davi Ilmaya, P., & Jadid, N. (2026). Tamiang Berseri: Implementasi Teknologi Penyediaan Air Bersih Berbasis Filtrasi Bertingkat dan Reverse Osmosis untuk Pemulihan Akses Air Pascabanjir di Aceh Tamiang. Sewagati, 10(4), 923–935. https://doi.org/10.12962/j26139960.v10i4.9739
Bagian
Articles
Biografi Penulis

Andika, Institut Sepuluh Nopember Surabaya

Mahasiswa Teknik Kimia ITS

Rico, Institut Sepuluh Nopember Surabaya

Mahasiswa Teknik Fisika ITS

Rayyan, Institut Sepuluh Nopember Surabaya

Mahasiswa Teknologi Informasi ITS

Davi, Institut Sepuluh Nopember Surabaya

Mahasiswa Departemen Fisika ITS

Jadid, Institut Sepuluh Nopember Surabaya

Dosen Departemen Biologi ITS

Referensi

1. Richards LA, et al. Health Impacts of Drinking Contaminated Groundwater After Floods. Water Research. 2014;60:90-103.

2. UNICEF. Emergency WASH Response in Flood-Affected Areas. New York: UNICEF; 2021.

3. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Laporan Tahunan Bencana Banjir Aceh Tamiang. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana; 2025.

4. Qureshi MA, et al. Impact of Floods on Groundwater Quality. Environmental Monitoring and Assessment. 2020;192:435.

5. Sobsey MD. Managing Microbial Risks in Drinking Water. International Journal of Hygiene and Environmental Health. 2018;221(5):710-718.

6. Tchobanoglous G, et al. Water Treatment: Principles and Design. Hoboken, New Jersey: Wiley; 2014.

7. Nath K. Membrane Separation Processes. New Delhi: PHI Learning; 2017.

8. Al-Mashaqbeh IA. Performance of Household RO Systems in Developing Regions. Desalination and Water Treatment. 2019;164:45-53.

9. Montgomery MA, Elimelech M. Water and Sanitation in Developing Countries: The Challenge. Environmental Science & Technology. 2007;41(1):17-24.

10. International Federation of Red Cross (IFRC). Guidelines for Water Supply in Emergencies. Geneva: IFRC; 2022.

11. Zhang G, Li J. Application of Multi-Stage Filtration in Rural Water Treatment Systems. Water Supply. 2020;20(7):2595-2604.

12. Shannon MA, et al. Science and Technology for Water Purification in the Coming Decades. Nature. 2008;452:301-310.

13. Kementerian Kesehatan RI. Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2010.

14. Panda S, et al. Assessment of Reverse Osmosis Membrane Efficiency. Journal of Water Process Engineering. 2022;50:103268.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama