Sintesis dan Karakterisasi Minyak Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) dari Limbah Kulit Biji Mete Desa Blaru, Badas, Kediri dengan Metode Press Panas

Penulis

  • Haniffudin Nurdiansah Departemen Teknik Material dan Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Diah Susanti Departemen Teknik Material dan Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Anni Rahmat Program Studi Teknik Kimia, Universitas Internasional Semen Indonesia, Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61122
  • Fakhreza Abdul Departemen Teknik Material dan Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Amaliya Rasyida Departemen Teknik Material dan Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Hariyati Purwaningsih Departemen Teknik Material dan Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Azzah Dyah Pramata Departemen Teknik Material dan Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111
  • Retno Asih Departemen Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111

Kata Kunci:

Kulit Biji Mete, Limbah, CNSL, Press Panas

Abstrak

Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, terkenal sebagai sentra produksi kacang mete. Kacang mete yang diproduksi memiliki kualitas yang bagus, renyah, gurih, serta tahan lama. Pangsa pasarnya bahkan sampai keluar Jawa Timur, termasuk Kalimantan.Selama ini, masyarakat hanya mengolah bijinya saja sebagai makanan ringan, sementara kulit bijinya dibuang sebagai limbah atau sebagai kayu bakar. Padahal, di dalam kulit biji jambu mete terdapat minyak yang apabila di ekstrak bisa dijual dengan harga yang mahal. Minyak hasil ektraksi dari kulit biji jambu mete biasanya disebut sebagai Cashew Nut Shell Liquid (CNSL), yang sering digunakan sebagai campuran bensin, cat genteng, hingga untuk industri minyak rem. Proses pembuatan minyak CNSL dilakukan dengan menggunakan metode pengepresan panas. Sebanyak 2 kg limbah biji mete dimasukkan ke dalam alat pengepresan, ditutup, kemudian kulit mete dipress dengan menggunakan poros ulir. Kemudian selanjutnya adalah pemanasan. Kulit mete dipanaskan dalam kondisi di press sampai temperatur 900C, dan di holding selama 30 menit. Minyak yang keluar (± 200 ml), yang berwarna hitam pekat, kemudian ditampung dan di karakterisasi dengan menggunakan pengujian FTIR, Densitas, Kinematic Viscosity, Bilangan Asam, Bilangan Iodine, dan Bilangan Penyabunan. Dari hasil pengujian FTIR didapatkan bahwa senyawa yang terkandung didalam CNSL adalah asam anakardat. Densitas yang diperoleh dari pengujian adalah adalah 0.9734 gr/cm3. Nilai kinematic viscosity pada 300C adalah 355,64 centipoises. Pengujian bilangan asam menghasilkan nilai sebesar 103.92 mg KOH/gr, Bilangan Iodine sebesar 236.84 gr Iodine/100 gr, dan Bilangan Penyabunan sebesar 42,79 mg KOH/gr. Hasil ini sesuai dengan Indian Standar institute untuk syarat CNSL komersial.

Unduhan

Diterbitkan

2022-09-15

Cara Mengutip

Nurdiansah, H., Susanti, D., Rahmat, A., Abdul, F., Rasyida, A., Purwaningsih, H., … Asih, R. . (2022). Sintesis dan Karakterisasi Minyak Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) dari Limbah Kulit Biji Mete Desa Blaru, Badas, Kediri dengan Metode Press Panas. Sewagati, 6(6), 735–743. Diambil dari https://journal.its.ac.id/index.php/sewagati/article/view/275

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>