Penerapan Teknologi Alat Pengering Ikan Teri dengan Kapasitas 20 Kg untuk Masyarakat Pesisir Kecamatan Camplong, Sampang, Madura
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura merupakan wilayah pesisir dengan potensi perikanan tangkap yang tinggi, khususnya komoditas ikan teri. Namun, proses pengolahan hasil tangkapan masyarakat masih dilakukan secara tradisional melalui penjemuran terbuka yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, rentan terhadap kontaminasi, serta menghasilkan mutu dan nilai jual produk yang tidak stabil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Politeknik Negeri Madura bertujuan untuk menerapkan teknologi alat pengering ikan teri berkapasitas 20 kg berbasis pemanas gas LPG sebagai solusi teknologi tepat guna bagi nelayan pesisir Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan alat pengering dengan sistem pemanas gas, sosialisasi serta pelatihan teknis, implementasi di lokasi mitra, dan monitoring evaluasi kinerja alat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ikan teri basah seberat 4,5 kg dapat dikeringkan menjadi 1,2 kg dalam waktu ±4 jam pada suhu operasi 100 °C. Biaya operasional satu siklus pengeringan sebesar ±Rp19.998 yang mencakup konsumsi listrik dan gas LPG. Secara ekonomi, pengolahan 100 kg ikan teri basah menghasilkan sekitar 20 kg ikan teri kering dengan potensi keuntungan bersih ±Rp350.000 per siklus produksi. Selain meningkatkan efisiensi waktu dan keuntungan ekonomi, penggunaan alat pengering tertutup mampu meningkatkan kualitas, kebersihan, dan konsistensi produk serta mengurangi ketergantungan terhadap cuaca.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Referensi
1. Ikan P, et al. Pasar Ikan Laut di Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang Tema: Arsitektur Berkelanjutan. Pengilon: Jurnal Arsitektur 2023 Dec;7(02):531–548. https://ejournal.itn.ac.id/pengilon/article/view/8671.
2. Rohmadiani LD, Iswanuddin. Kualitas dan Morfologi Permukiman Pesisir Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang. WAKTU: Jurnal Teknik Pengairan 2023 Feb;21(01).
3. 12 Desa dan Kelurahan Masuk Kawasan Kumuh - Radar Madura; 2025. Accessed: Jun. 19, 2025. https://radarmadura.jawapos.com/sampang/74893246/12-desa-dan-kelurahan-masuk-kawasan-kumuh.
4. Cahyani I, et al. Penyuluhan Hukum Peningkatan Pemahaman Tentang Pentingnya Surat Ijin Penangkapan Ikan bagi Nelayan di Desa Dharma Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Nusantara Mengabdi Kepada Negeri 2025 Apr;2(2):01–05.
5. Fitri N, et al. A Comprehensive Review on the Processing of Dried Fish and the Associated Chemical and Nutritional Changes. Foods 2022 Oct;11(19).
6. Ghafar H, Yusoff H, Nasir SMFSA, Ghani KDA, Ismail MA. Performance Evaluation of Natural and Forced Convection in Solar Dryers for Mullet Fish. Jurnal Teknologi 2025 Jan;87(1):43–52.
7. Adeyeye SAO. An overview of fish drying kinetics. Nutrition & Food Science 2019 Sep;.
8. Nugraheni M, Handayani THW, Utama A, Marwanto A. Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Produk Olahan Berbasis Perikanan Laut dengan Teknologi Tepat Guna. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2020 Nov;5(1).
9. Badrawada IGG, Sholeh M, Rachmawati RY, Parwati I. Edukasi Teknologi Tepat Guna sebagai Strategi Efisiensi Produksi Budidaya Ikan pada Kelompok Pereng Mina GAP Nogotirto Sleman. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka 2025 Sep;4(1):751–756.
10. Dharmawan EA, Lilipaly AP. Efisiensi Solar Dryer untuk Pengawetan Ikan dan Pisang. JURNAL SIMETRIK 2023 Jul;13(1):638–649.
11. Sophyan NF, Sahara. Rancang Bangun Alat Pengering Ikan Tipe Rak Menggunakan Kolektor Surya. JFT: Jurnal Fisika dan Terapannya 2016 Dec;3:81–94. Hadiwijaya, DKK. 679
12. Anggara M, Pupung P. Analysis of Heat Absorbing Plate on Drying Rate and Heat Useful for Drying Anchovy. Scientific Journal of Mechanical Engineering Kinematika 2021 Jun;6(1):21–32.
13. Darlis MAA, Ikbal M, Lubis S, Ali A. Technology Integration and Community Empowerment in Smart Villages: Bibliometric Analysis. JSIP: Jurnal Studi Ilmu Pemerintahan 2025;6(1).